Selasa, 05 Oktober 2010

Menjaga Kebersihan

       Segala sesuatu yang bersih, biasanya enek untuk dilihat, digunakan bahkan dirasakan. Oleh sebab itu banyak kita jumpai di sana-sini ,papan-papan himbauan bertuliskan jagalah kebersihan , yang sekedar menghimbau dan mengingatkan, agar kita ikut berpartisipasi itu sendiri.
       Di beberapa negara negara yang tergolong maju,bahkan telah menerapkan tindakan pembersihan dengan perangkap hukum posotif,dan bukan hanya himbauan atau peringtan nelaka.Di Singapura misalnya,seseorang harus membayar denda uang dengan jumlah tertentu ,bila kedapatan membuang sampah dan meludah sembarangan.Oleh karena itu tak heran bila negara yang wilayahnya hampir seukuran jakarta itu,nampak bersih "terbebas" dari sampah.
       Berbagai upaya dilakukan dipabrik ini,untuk sekedar menjaga kebersihan area pabrik. Mulai dari pasang himbauan,pendidikan -ingat edukasi 5p- mempersiapkan sarana kebersihan ,dan lain-lain. Tetapi ironisnya,kondisi lingkungan pabrik ini,sering kali tampak kotor dan fenomena ketidak rapian da sana-sini.
       Kesannya tidaklah perlu menempatkan sanksi sebagai instrumen awal untuk menjaga kebersiha di lingkungan kerja kita,karena budaya kita di kenal sebagai masyarakat yang tenggang rasa, dan mudah di bentuk- di atur. Yang perlu hanyalah kesadaran dan kemauan kita,untuk komit berusaha bersih ,bukan hanya secara fisik, terlebih batiniah kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar