Rabu, 20 Oktober 2010

Solusi Untuk Diabetasi

 Para pengidap diabetes mellitus atau yang kita kenal dengan istilah kencing manis, biasanya sudah tahu mengatur pola makan-minum, agar kadar gula darah dalam tubuhnya tetap terkendali. Mereka pun tahu berapa kalori yang di sarankan dokter, termasuk boleh makan apa saja, serata jumlah kalori yang sesuai.Masalahnya adalah , mereka tidak terbiasa menghitung jumlah kalori dari beragam jenis makanan yang di konsumsi sehari -hari.
   Akibatnya, gula darah sering tidak terkendali atau naik-turun tidak menentu. Walau kadar gula dapat dikendalikan dengan metode 3J. Tiga J yang di maksud adalah: mengontrol jadwal,jumlah,dan jenis yang dikonsumsi setiap hari.Selain metode tadi, telah beredar di sekitar kita nutrisi yang diformulasikan khusus, bagi para diabetasi. Dengan mengkonsumsi nutrisi tersebut secara benar, maka kestabilan gula darah para penderita akan terjaga.

 Olah raga 

Latihan fisik atau olah raga bagi diabetasi merupakan salah satu bentuk pengelolaan penyakit diabetes mellitus, selain diet dan penggunaan obat.Menurut Dr.Aris Wibudi Sp.PD, olah raga penting untuk diabetasi, karena dapat menurunkan kadar gula darah selama dan setelah berolahraga, meningkatkan sensitivitas jaringan terhadap insulin,memperbaiki provil lipid,memperbaiki kondisi kardiovaskular, meningkatkan ketahanan tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup.
  Namun , selain bermanfaat olah rag juga memberi efek buruk pada diabetasi, jika dilakukan sembarangan. berikut ini beberapa hal yang perlu di perhatikan setelah berolahraga:
  • Latihan dengan mengangkat alat berat maupun yang memberikan resiko trauma, tidak dianjurkan. Yang baik bagi diabetasi adalah aerobik, jalan kaki, lari santai,bersepeda,senam irama, dan berenang.
  • Jika kadar gula darah puasa kurang lebih 300mg/dl, sebaiknya menunda olah raga.
  • Lakukan olah raga pada sore hari
  • Jika sudah memerlukan sutikan insulin, lakukan sekurang-kurangnya 1 jam sebelum olah raga, jika terpaksa dilakukan kurang dari 1 jam. sebaiknya dipilih tempat sutikan yang tidak atau kurang mendapat beban saat olah raga.
( sumber dari majalah gempita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar